Sabtu, 09 September 2017

Fiksi - kagum. F. ver

fiksi - kagum, F.ver
kelumpuhan kaki ini terjadi tanpa tau kenapa.
sejak saat itu ku menggunakan kursi roda.. terapi yang ku jalani tidak menuai hasil..
sejak saat itu ku merasa semuanya berakhir..
di saat ku jatuh terpuruk ku bertemu seseorang yang berfikir bahwa di adalah orang yang selalu tidak beruntung..
awalnya ku hanya penasaran apa yang menyebabkan dia merasa menjadi orang yang tidak beruntung.
tetapi semakin bersamanya..
merah bukan berarti amara,biru tidak lah kesedihan, hijau tak selalu tenang dan hitam tidak selamanya gelap..
apa kah dia mengetahui apa yang ku fikir kan ?

Fiksi - kagum . M. ver

fiksi - kagum. M.ver
dia, wanita yang mengakumkan..
walaupun hanya di kursi roda dia tetap menawan dan mempesona..
selalu tersenyum kepada orang yang menyapanya..
tidak merasa berbeda..
tetapi di mata ku.. dia hanyalah selayaknya perempuan kecil yang manja..
memanggil, menoleh dan menampakkan raut wajah yang manja di sertai ekspresi kesal- kesal kecil.
tingkah yang sering di tampakkan olehnya kepada ku.
aku bukan apa- apa tanpa dia,
tetapi apa perasaan dia ke pada ku ?